CIREBON, ZONACIREBON.COM – Bupati Cirebon Drs. H. Imron, MAg menaruh harapan besar terhadap keberadaan badan usaha milik daerah (BUMD) baru,
Perumda Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari. BUMD tersebut ditargetkan tidak hanya menjadi perusahaan daerah, tetapi juga mampu membantu pemerintah menjaga stabilitas harga pangan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Hal itu disampaikan Imron saat Pemkab Cirebon menyeleksi calon direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Jati serta calon Direktur dan Dewan Pengawas Perseroda Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga:Bukan Bubarkan Massa! Kapolresta Cirebon Imara Kerahkan Water Canon untuk Salurkan Air BersihSergio Castel Latihan Perdana Bersama Persib, Senjata Baru Maung Bandung di ACL 2 dan Super League
Dalam seleksi tersebut, para calon menjalani tes tertulis dan wawancara. Seleksi menjadi bagian dari upaya Pemkab Cirebon menyiapkan pengelola BUMD yang memiliki kemampuan mengembangkan perusahaan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Imron menegaskan, pengelola BUMD baru nantinya harus kreatif dan tidak hanya mengandalkan penyertaan modal dari pemerintah daerah.
“Jangan cuma minta. Harus kreatif, cari di mana yang bisa dimanfaatkan,” tegas Imron.
Menurut Imron, keberadaan BUMD harus mampu mengisi ruang yang tidak dapat dilakukan perangkat daerah.
Dinas, kata dia, lebih berfungsi menjalankan program pemerintah, sedangkan aktivitas bisnis dapat dilakukan melalui BUMD.
“Kalau dinas itu sifatnya menjalankan program dan tidak bisa untuk bisnis. Pemerintah harus hadir, minimal menjaga harga. Pemerintah membeli melalui BUMD-nya,” jelasnya.
Karena itu, Imron berharap Cherbon Nagari dapat menjadi instrumen Pemkab Cirebon dalam menjaga keseimbangan harga pangan.
Baca Juga:Imron Keluarkan SE Tegas! ASN Cirebon Wajib Bersihkan Kantor Setiap Pagi, Bandel Terancam SanksiSambut Nataru! Ini Langkah Pemkab Cirebon Antisipasi Kemacetan dan Cuaca Ekstrem
Ketika produksi pertanian melimpah, pemerintah diharapkan dapat membantu menjaga harga agar petani tidak mengalami kerugian.
Sebaliknya, ketika memasuki musim paceklik, ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat juga harus tetap terjaga.
“Kalau panen, harus bisa menjaga stabilitas harga agar petani jangan terlalu jatuh. Kalau musim paceklik, masyarakat jangan sampai harganya terlalu tinggi,” ujarnya.
Imron juga mendorong agar BUMD baru bersinergi dengan program Koperasi Desa (Kopdes) yang tengah dikembangkan pemerintah pusat.
Menurutnya, bidang perdagangan dan jasa memberikan ruang usaha yang luas sehingga perusahaan tidak harus terpaku pada satu jenis kegiatan.
