Bupati Imron Tantang BUMD Cherbon Nagari: Jangan Jadi Beban APBD, Harus Kreatif Cari Bisnis dan Untung

Seleksi BUMD di Kabupaten Cirebon
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, MAg (tengah) menghadiri acara pembukaan seleksi direkso dan dewan pengawas BUMD. FOTO: IST
0 Komentar

Target akhirnya, kata Imron, kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi dengan harga yang terjangkau.

“Targetnya BUMD ini bisa melayani masyarakat, kebutuhan dasar masyarakat dapat terlayani, tapi dengan harga yang terjangkau,” tandasnya.

Selain memberikan perhatian terhadap BUMD baru, Imron juga menyoroti kinerja PDAM Tirta Jati.

Baca Juga:Bukan Bubarkan Massa! Kapolresta Cirebon Imara Kerahkan Water Canon untuk Salurkan Air BersihSergio Castel Latihan Perdana Bersama Persib, Senjata Baru Maung Bandung di ACL 2 dan Super League ‎

Ia memasang target agar jumlah pelanggan perusahaan air minum milik daerah tersebut mampu menembus 50 ribu pelanggan.

“PDAM harus bisa bekerja dengan baik dan melayani masyarakat. Target saya pelanggan harus 50.000 plus satu, harus lebih,” kata Imron.

Imron meminta direksi terpilih nantinya tidak sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan.

Ia juga mendorong PDAM Tirta Jati membangun komunikasi dan sinergi dengan PDAM Kota Cirebon, terutama untuk membuka peluang perluasan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

“Jangan cuma sekadar ‘ini harus ke kita’. Kita harus melayani masyarakat dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Cirebon Nanan Abdul Manan, SSTP, MSi mengatakan, seleksi calon direksi dan Dewan Pengawas BUMD dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari tes tertulis, wawancara hingga psikotes.

Khusus Cherbon Nagari, Nanan mengatakan bahwa perusahaan tersebut diharapkan dapat mendukung program strategis nasional, termasuk pengembangan Koperasi Desa dan pengendalian inflasi.

Baca Juga:Imron Keluarkan SE Tegas! ASN Cirebon Wajib Bersihkan Kantor Setiap Pagi, Bandel Terancam SanksiSambut Nataru! Ini Langkah Pemkab Cirebon Antisipasi Kemacetan dan Cuaca Ekstrem

Sektor pangan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian. Nanan mencontohkan hasil produksi beras petani Kabupaten Cirebon yang selama ini berpotensi langsung dikirim keluar daerah.

Dengan keberadaan BUMD, hasil panen diharapkan dapat dikelola terlebih dahulu di Cirebon sehingga pemerintah memiliki ruang untuk membantu mengendalikan harga.

“Bagaimana petani kita menghasilkan beras, jangan sampai langsung dikirim ke Pasar Induk Cipinang di Jakarta.

Dengan adanya BUMD ini, hasil panen kita bisa ditahan dulu di Cirebon,” jelasnya. Namun, Nanan menyebut besaran penyertaan modal untuk Cherbon Nagari masih dalam pembahasan bersama DPRD.

Penyertaan modal harus memiliki dasar hukum berupa peraturan daerah dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Waktu operasional BUMD baru tersebut juga belum dipastikan, apakah mulai berjalan tahun ini atau tahun depan.

0 Komentar