Presiden Prabowo Resmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di Bandara Soekarno-Hatta, Ini Fasilitas Supernya

Presiden Prabowo Resmikan Terminal Haji dan Umrah
Presiden Prabowo Subianto (tiga dari kiri) didampingi sejumlah menteri kabinet merah putih meresmikan Terminal Haji dan Umrah di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Kemenag
0 Komentar

TANGERANG, ZONACIREBON.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (4/5/2025).

Dalam agenda tersebut, Presiden didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar dan sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semua pihak yang telah bekerja keras mewujudkan revitalisasi terminal ini, yang proses pembangunannya dimulai sejak dua tahun lalu.

Baca Juga:Jelang Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Kontra China dan Jepang, Timnas Indonesia akan Gelar TC di BaliWASPADA! Musim Kemarau 2025 Berpotensi Picu Karhutla, Ini Langkah Antisipasi BMKG

“Saya menyambut baik dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kebijakan dan upaya semua pihak yang telah mempersiapkan dan merealisasikan revitalisasi ini,” kata Presiden Prabowo.

Presiden menilai revitalisasi ini sangat penting, mengingat jumlah jemaah haji dan umrah asal Indonesia mencapai lebih dari dua juta orang per tahun.

Pada musim puncak, angka keberangkatan dapat mencapai hingga 12 ribu jemaah per hari. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan maksimal, terutama bagi jemaah lanjut usia.

Terminal Khusus Haji dan Umrah kini dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti masjid seluas lebih dari 3.000 meter persegi, tempat manasik, ruang tunggu ber-AC yang nyaman, area produk halal, kuliner halal, serta lounge eksklusif.

Konektivitas menuju terminal juga ditingkatkan melalui integrasi dengan jalur bus dan kereta bandara.

“Kita ingin jemaah haji dan umrah dari Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik, karena mereka membawa nama baik bangsa dan negara di tanah suci,” tambah Presiden.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut terminal ini sebagai epicenter baru pelayanan jemaah haji dan umrah nasional.

Baca Juga:Tekan Biaya Haji, Prabowo Ungkap Rencana Pembangunan Perkampungan Indonesia di Dekat Masjidil HaramDurasi Lebih Pendek, BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2025 Terjadi pada Juni–Agustus

Ia mengatakan terminal ini bukan hanya melayani jemaah haji, tetapi juga jemaah umrah yang jumlahnya sekitar 300.000 orang per bulan.

“Ini luar biasa. Fasilitas ini bukan hanya untuk haji, tetapi juga umrah. Saya kira jemaah harus berterima kasih kepada Presiden atas perhatian dan fasilitas yang luar biasa ini,” ujar Menteri Nasaruddin.

0 Komentar